Pakaianupacara adat perkawinan dalam masyarakat melayu riau terdapat beberapa bentuk pakaian yang bervariasi pada setiap upacara adat yang dilaksanakan. Source: akumaubelajar.com. Jenis pakaian ini tergantung pada situasi dan kondisi si pemakai dan kegiatan yang masyarakat melayu riau masih memegang adat dengan teguh. Source: 2.bp.blogspot.com Pakaianyang berlaku di melayu riau berpedoman pada - 36629326 ayu695638 ayu695638 02.12.2020 Sejarah Sekolah Menengah Atas terjawab Pakaian yang berlaku di melayu riau berpedoman pada A. raja B. ulama C. Sultan D. Islam E. Datuk 1 Lihat jawaban Iklan Digantinyamata pelajaran muatan lokal Arab Melayu menjadi muatan lokal budaya Melayu Riau dikarenakan cakupan mata pelajaran muatan lokal Arab Melayu lebih sempit dibandingkan budaya Melayu Jurnal Basicedu Vol 5 No 3 Tahun 2021 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 1225 Etnopedagogi Pada Mata Pelajaran Budaya Melayu Riau (BMR) di Sekolah Dasar GubernurRiau mewajibkan seluruh aparatur sipil negara (PNS) di Provinsi Riau mengenakan pakaian Melayu tiap Jumat, dan memulai pidato dengan pantun. Berlangganan Login. Sabtu, 9 Oktober 2021 Bahasa Indonesia. English. Bahasa Indonesia 5 Zodiak yang Paling Seram Saat Marah. Vay Tiền Nhanh Ggads. Sebagai salah satu provinsi yang terletak di pesisir, Riau memiliki kebudayaan yang banyak dipengaruhi oleh para pendatang, khususnya Melayu dan Islam. Hasil-hasil kebudayaan itu bisa Sobat Pariwisata lihat dari kesenian hingga pakaian adat yang dikenakan oleh masyarakat Riau. Kali ini, redaksi akan mengajak Sobat Pariwisata untuk mengenal pakaian adat provinsi yang memiliki ibukota Pekanbaru ini. Pakaian adat Riau dibuat tertutup dan panjang yang menunjukan nilai kesopanan yang dijunjung oleh masyarakat setempat. Pengaruh Melayu yang kental juga dapat dilihat dari modelnya yang sederhana, longgar, dan memiliki kerah yang tinggi. Pakaian adat untuk pria di Riau dinamakan dengan Baju Kurung Cekak Musang atau Baju Kurung Teluk Belanga, berupa baju kurung kurawal yang longgar sebagai atasan dan celana panjang dengan warna senada sebagai bawahan. Sebuah kain tenun dengan motif khas Melayu menjadi penghias yang dililitkan di pinggang. Selain itu, pria Riau juga melengkapi penampilan dengan kopiah atau peci. Jika akan melakukan kunjungan kerajaan, mayarakat pria Riau akan menggunakan pakaian adat dengan model yang sama, hanya saja terbuat dari bahan yang berkualitas tinggi, seperti kain satin atau sutra. Hal tersebut juga berlaku ketika melakukan upacara adat dan pernikahan. Khusus untuk acara pernikahan terdapat beberapa aksesoris tambahan untuk pengantin pria seperti topi atau mahkota, sebai warna kuning yang diletakkan di bahu, sepatu berbentuk runcing, canggai pada kelingking, serta keris berbentuk kepala burung serindit yang diletakkan di pinggang kiri. Pakaian adat wanita Riau terdiri dari tiga jenis yaitu Baju Kebaya Pendek, Baju Kurung Laboh, dan Baju Kurung Tulang Belut. Pakaian ini dipadu dengan belitan kain songket atau kain lain sebagai bawahan. Selendang atau jilbab yang menutupi bagian kepala merupakan pelengkap yang tidak boleh ketinggalan. Pada acara adat resmi, wanita Riau akan menggunakan Kebaya Laboh, yang berbahan dasar kain tenun khas masyaraklat Riau. Uniknya, dari atasan ini kita bisa melihat status seorang wanita. Baju yang panjangnya tiga jari di atas lutut menandakan belum menikah, sedangkan baju yang panjangnya tiga jari di bawah lutut menyatakan telah menikah. Pengantin wanita Riau akan dilengkapi dengan aksesoris berupa mahkota, sebai warna kuning yang diletakkan di bahu, serta berbagai perhiasan seperti kalung, gelang, dan anting-anting. Umumnya, pakaian adat Riau memiliki warna-warna tertentu yang memiliki filosofi. Seperti warna hijau lumut untuk melambangkan kesuburan dan kesetiaan, taat dan patuh pada ajaran agama. Warna ini sering digunakan oleh para bangsawan, Tengku, dan Wan. Warna kuning keemasan menandakan kebesaran, otoritas, dan kemegahan. Pada masa Kerajaan Siak, Riau Lingga, Indragiri, dan Pelalawan, warna ini hanya boleh digunakan oleh sultan atau raja dan terlarang bagi rakyat biasa. Warna merah darah melambangkan kepahlawanan dan keberanian. Sementara warna hitam melambangkan kesetiaan, ketabahan, tanggung jawab, dan sikap jujur.Nita/RPI Pakaian Pengantin Pekanbaru diperagakan model pada Seminar Upacara Adat Melayu Riau. Pakaian pengantin adalah salah satu jenis dari pakaian Melayu dilihat dari penggunaan. Foto Dok. Disbud Riau A. PengertianPakaian Melayu atau baju Melayu adalah pakaian tradisional yang digunakan oleh masyarakat Melayu. Pakaian Melayu terdiri atas dua bagian utama, yaitu 1 baju, dan 2 seluar laki-laki atau kain perempuan. Selain pakaian utama, pakaian Melayu juga dilengkapi oleh aksesori pakaian. Aksesoris pakaian laki-laki yaitu songkok, tanjak, keris, kain samping, selempang, bengkung pinggang, butang, dan kasut. Aksesoris pakaian perempuan yaitu tudung atau selendang, sunting, sanggul, dokoh , semat/peniti dan kasut. B. Jenis-jenis Pakaian MelayuPakaian Melayu dapat dibedakan dalam dua jenis yaitu baju kurung dan baju kebaya. Kedua jenis baju dibuat longgar pada ujung lengan, perut, dan dada, sebagian diberi kolar atau kerah, dan sering diberi hiasan berupa rendah khusus untuk perempuan. Beberapa bagiannya dihiasi sulaman berwarna keemasan. Baju kurung dan baju kebaya sering digunakan untuk menghadiri berbagai upacara resmi. Baju kurung dipadukan dengan kain songket, yaitu kain samping untuk laki-laki dan kain bawahan untuk perempuan. Kaum perempuan juga memadukan baju kurung dan kebaya dengan penutup kepala berupa tudung lingkup dan lainnya. 1. Baju kurung Baju kurung terdiri atas baju kurung teluk belanga dan baju kurung cekak musang. Kedua jenis baju kurung ini dipakai oleh laki-laki dan perempuan. Perbedaan bentuk pakaian tersebut adalah baju kurung perempuan memiliki kedalaman hingga ke lutut, alas leher sempit dan tidak memiliki saku. Baju kurung laki-laki memiliki kedalaman hingga pinggul atau satu jengkal di atas lutut, alas leher melebar, dan dilengkapi dua dan tiga saku. Terdapat dua jenis baju kurung, yaitu baju burung teluk belanga dan baju kurung cekak musang. a Baju Kurung Teluk BelangaBaju kurung teluk belanga mempunyai leher berbentuk bulat dan belahan di bagian depan yang diberi satu anak kancing. Pada keliling leher baju dilapisi dengan kain lain dan dijahit yang disebut sembat halus, sedangkan pada bagian pinggiran dijahit tulang belut halus. Pada ujung belahan dibuatkan tempat untuk mengancingkan baju yang disebut rumah kancing dengan menggunakan jahitan benang yang dinamakan insang pari. Lengan baju teluk belanga dibuat panjang dan longgar pada bagian ujung tidak berkancing, berkekek sapu tangan atau berkekek gantung. Potongan badan lurus dan mengembang di bagian bawah. Baju teluk belanga memiliki dua kantung baju yang dipasang pada bagian bawah. b Baju Kurung Cekak MusangBaju kurung cekak musang hampir sama dengan baju kurung teluk belanga. Perbedaan terletak pada bagian leher yang diberi kolar selebar dua jari, tiga saku baju yaitu 1 pada bagian atas sebelah kiri, dan dua pada bagian bawah, dan lima anak kancing pada bagian depan. Kaum laki-laki dan perempuan Melayu memakai baju kurung cekak musang ini ke acara resmi. 2. Baju KebayaBaju kebaya khusus dipakai oleh kaum perempuan. Baju ini memiliki beberapa jenis yaitu baju kebaya labuh dan baju kebaya pendek. a Baju Kebaya LabuhBentuk baju kebaya labuh seperti kemeja panjang yang memiliki kedalaman hingga lutut. Pada bagian bawah baju agak melebar dan menyerupai bentuk buah labu sehingga disebut kebaya labuh . Bagian depan baju dilengkapi dengan anak kancing tiga atau lima buah. Baju dipadukan dengan kain songket hingga ke mata kaki. Baju ini pada awalnya dipakai oleh kaum perempuan di lingkungan kerajaan. b Baju Kebaya PendekBaju kebaya pendek memiliki kedalaman hingga pinggul. Hal ini yang membedakan dengan baju kebaya labuh. Baju ini diberi hiasan payet pada beberapa bagian, sehingga tampak anggun dikenakan oleh anak gadis. Bawahan baju menggunakan kain songket hingga mata kaki, yang dibuat seperti rok. Pakaian ini sering digunakan saat menghadiri majelis-majelis setengah resmi seperti pernikahan, sunat rasul, dan turun mandi C. Jenis Pakaian Melayu dari PenggunaanJika dilihat dari penggunaan, pakaian Melayu Riau terdiri atas empat jenis yaitu pakaian harian, pakaian upacara resmi, pakaian upacara adat, dan pakaian upacara pernikahan. Namun, ada juga yang membagi pakaian Melayu dari penggunaan dengan lima jenis yaitu pakaian harian, pakaian setengah resmi, pakaian resmi, pakaian keagamaan, dan pakaian upacara perkawinan. 1. Pakaian HarianPakaian harian digunakan untuk kegiatan sehari-hari. Pakaian ini dibedakan menjadi pakaian anak-anak, orang dewasa, dan orang tua atau setengah baya. Pakaian harian dipakai pada saat melaksanakan kegiatan sehari-hari, misalnya bekerja, bermain, ataupun saat di rumah. Pakaian harian dibedakan dengan beberapa jenis yaitu pakaian harian masa kanak-kanak, pakaian orang dewasa, dan pakaian orang tua dan setengah baya. Laman 1 2 Pakaian Melayu Riau merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kejayaan Melayu dalam masa silam. Peradaban yang diwariskan menjadi bukti nyata bahwa Melayu pernah bertapak sampai ke puncak. Pelbagai macam bentuk warisan yang ditinggalkan mulai dari adab, adat, bahkan sampai pada pakaian. Dalam konsep Melayu, pakaian sebagai budaya yang kepadanya dilekatkan adab dan wajib dipenuhi. Maka, pakaian diatur sesuai dengan syarat dan syarak. Mulai dari pakaian sehari-hari, pakaian resmi atau tidak resmi, pakaian pembesar, pakaian adat, dan lain sebagainya. Nilai-nilai keislaman menjadi ciri kemelayuan atau identitas Melayu itu sendiri. Tentunya segala sesuatu asal selalu dilekatkan dengan akal budi, termasuk dalam memberikan sebuah filosofis terhadap pakaian. Malu, tahu diri, tunjuk ajar, mengekalkan Melayu, menegakkan tuah membangkitkan marwah, mendatangkan manfaat, dan menolak bala ini dijadikan sebagai dasar menggambarkan bagaimana pakaian Melayu yang sesungguhnya. Filosofi Pakaian Melayu Malu orang Melayu dalam berpakaian adalah malu melanggar syarak. Orang Melayu tahu diri, seperti ungkapan yang lazim kita dengar ā€œkalau hendak melihat orang yang tahu diri, tengok kepada pakaian diriā€. Tahu diri dapat dilihat dari ketentuan adat yang menetapkan pakaian sesuai status pakaiannya, benar acara memakainya, tepat penggunaan, betul tempat memakainya, benar tujuan memakainya, bersempurna pula alat dan kelengkapan pakaian. Ungkapan ā€œkalau hendak melihat orang yang tahu diri, tengok kepada pakaian diriā€ juga melekat pada budi orang Melayu. Prasa ā€œpakaian diriā€ dalam ungkapan tersebut budi orang Melayu juga tergambar dalam nilai-nilai bahasa, gerak laku, dan lain sebagainya. Untuk ulasan ini telah pula diuraikan dalam bab I. Tunjuk ajar merujuk pada nilai yang dapat dilihat dari alat dan kelengkapannya, dari penerapan motif dasarnya, dari cara memakai, dan sebagainya. Motif dan ragam hias pakaian Melayu juga turut mengekalkan jati diri Melayu. Prinsip membuat pakaian adat berdasarkan kepada kepatutan dalan syariat dan kelaziman pakaian Melayu yang diwarisi secara turun temurun, sehingga orang dapat melihatnya dari kemelayuan itu di dalam pakaian adatnya. Menegakkan tuah, membangkitkan marwah sebagai filosofi yang mengacu kepada menegakkan tuah, membangkitkan marwah amat bayak ditemui dalam alat dan perlengkapan pakaian adat Melayu. Hal ini dapat dilihat antara lain lambang-lambang dipakai, jumlah alat dan perlengkapannya. Orang tua-tua mengatakan kalau memakai pakaian adat, tua bangkit marwah melekat. Mendatangkan manfaat yang dimaksud ialah bermacam ragam kebaikan, seperti mendatangkan rezki, membawa kedamaian dan kerukunan hidup, dan sebagainya yang bermanfaat sebagai kehidupan manusia baik pribadi, rumah tangga maupun kehidupan bermasyarakat. Filosofi ini tercermin dalam berbagai bentuk alat dan kelengkapan pakaian adat, ornamen dan ragam hiasnya, serta motif-motif termasuk bahannya. Menolak bala dilihat dari berbagai lambang, alat dan kelengkapan pakaian adat itu sendiri. Dengan menggunakan pakaian yang sesuai syariat, maka seseorang melayu terhindar dari dosa dan petaka dunia akhirat. Fungsi Pakaian Melayu Fungsi pakaian Melayu yakni sebagai, 1 pelindung diri dari aib syarak, 2 untuk melindungi diri dari panas, dan dingin, 3 pengambaran nilai-nilai yang tertuang melalui motifnya, dan 4 sebagai karya seni. Dari fungsi tersebut, orang Melayu turut mengatur waktu dan tempat berpakaian sesuai dengan adat dan ketentuan. Pelbagai adat dan aturan tersebut mengatur tentang bentuk, corak motif, warna, tata pakai, dan waktu penggunaanya. Ketentuan adat itu telah dipahami dan diamalkan orang Melayu sebagai syarak. Rujukan Tim LAMR. 2018. Buku Sumber Pegangan Guru Pendidikan Budaya Melayu Riau. Pekanbaru Lembaga Adat Melayu Riau LAMR. Dalam konsep Melayu, pakaian sebagai budaya yang kepadanya dilekatkan adab dan wajib dipenuhi. Maka, pakaian diatur sesuai dengan syarat dan syarak. Mulai dari pakaian sehari-hari, pakaian resmi atau tidak resmi, pakaian pembesar, pakaian adat, dan lain sesebagainy Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Devi Novita 2103111083Budaya Melayu RiauPakaian Melayu Dalam konsep Melayu, pakaian sebagai budaya yang kepadanyaDalam konsep Melayu, pakaian sebagai budaya yang kepadanyaDalam konsep Melayu, pakaian sebagai budaya yang kepadanyadilekatkan adab dan wajib dipenuhi. Maka, pakaian diatur sesuai dengandilekatkan adab dan wajib dipenuhi. Maka, pakaian diatur sesuai dengandilekatkan adab dan wajib dipenuhi. Maka, pakaian diatur sesuai dengansyarat dan syarak. Mulai dari pakaian sehari-hari, pakaian resmi atausyarat dan syarak. Mulai dari pakaian sehari-hari, pakaian resmi atausyarat dan syarak. Mulai dari pakaian sehari-hari, pakaian resmi atautidak resmi, pakaian pembesar, pakaian adat, dan lain resmi, pakaian pembesar, pakaian adat, dan lain resmi, pakaian pembesar, pakaian adat, dan lain sebagainya. 01 Malu02030405Tahu DiriTunjuk AjarMengkekalkan MelayuMenegakkan tuah, membangkitkanmarwahFilosofi Pakaian Melayu0607Mendatangkan ManfaatMenolah Bala Fungsi pakaianMelayu1 Pelindung diri dari aib syarak2 Untuk melindungi diri dari panas, dan dingin3 Pengambaran nilai-nilai yang tertuang melalui motifnya, dan4 Sebagai karya seni. Dari fungsi tersebut, orang Melayu turut mengaturwaktu dan tempat berpakaian. sesuai dengan adat danketentuan yang mengatur tentang bentuk, corak motif, warna,tata pakai, dan waktu penggunaanya. Ketentuan adat itu telahdipahami dan diamalkan orang Melayu sebagai syarak. Jenis-jenis PakaianMelayu Jenis-jenis Pakaian Melayu Riau Pakaian Harian Pakaian harian adalah pakaian yang dipakai oleh orang Melayu setiapharinya, baik masa kanak-kanak, remaja, orang setengah baya maupun orangtua. Pakaian harian ini dipakai untuk melaksanakan kegiatan harian, baik untukbermain, ke ladang, ke laut, di rumah maupun kegiatan dalam kehidupan harian anak laki-laki> Baju Monyet Baju Langsung Baju kurung Cekak Musang Baju kurung Teluk Belanga Baju kurung Baju kebaya laboh Baju kurung teluk belanga bertulang belut baju kurung cekak musang Baju kurung teluk belanga baju kebaya laboh < Pakaian Setengah ResmiPakaian setengah resmi ini dipakai dalam upacara keluargaPakaian setengah resmi ini dipakai dalam upacara keluargaseperti menghadiri perkawinan, acara keagamaan, sunnat rasul, danseperti menghadiri perkawinan, acara keagamaan, sunnat rasul, danlain-lain. Berbeda dengan pakaian resmi yang dipakai ketikalain-lain. Berbeda dengan pakaian resmi yang dipakai ketikamenghadiri undangan dari Kerajaan, Lembaga Adat Melayu LAM,menghadiri undangan dari Kerajaan, Lembaga Adat Melayu LAM,pemerintahpemerintah atau menghadiri jemputan resmi dari suatu kegiatan.,atau menghadiri jemputan resmi dari suatu kegiatan., Pakaian Setengah Resmi Bentuk pakaian setengah resmi bagi kaumlaki-laki adalah baju kurung cekak musang harusdilengkapi dengan kopiah, kain samping, sepatuatau capal. Kain samping yang dipakai tergantungpada kemampuan seseorang; boleh kain pelekat,kain tenunan Siak, Trengganu, Daek, Johor, Setengah Resmi bagi kaum Laki Laki Pakaian Setengah Resmi Bentuk Pakaian Setengah Resmi Perempuan adalahBentuk Pakaian Setengah Resmi Perempuan adalahbaju kurung teluk belanga dan baju kebaya kurung teluk belanga dan baju kebaya baju Melayu kaum perempuan ini karena diaPersyaratan baju Melayu kaum perempuan ini karena diadisebut baju kurung maka jelas baju ini mengurung bagiandisebut baju kurung maka jelas baju ini mengurung bagianaurat di badan agar tidak kelihatan, tidak terlalu sempit,aurat di badan agar tidak kelihatan, tidak terlalu sempit,tidak terlalu tipis yang memperlihatkan kulit terlalu tipis yang memperlihatkan kulit badan. Untuk hiasan dikepala harus memakai sanggul yangUntuk hiasan dikepala harus memakai sanggul yangdisebut sanggul Jonget, sanggul Lintang atau sanggul Lipatdisebut sanggul Jonget, sanggul Lintang atau sanggul LipatPandan. Setelah rambut disanggul kepala ditutup denganPandan. Setelah rambut disanggul kepala ditutup dengankain tudung yang seharusnya tidak kelihatan rambut. Kainkain tudung yang seharusnya tidak kelihatan rambut. Kaintudung untuk pakaian resmi dan sekarang ini kaum wanitatudung untuk pakaian resmi dan sekarang ini kaum wanitayang Islam umumnya menggunakan Islam umumnya menggunakan jilbab. Pakaian Resmi Pakaian resmi yang dipakai ketika menghadiriundangan dari Kerajaan, Lembaga Adat MelayuLAM, pemerintah atau menghadiri jemputan resmidari suatu kegiatan. Jika menghadiri tanpamenggunakan pakaian resmi dianggap tidak sopan Pakaian Resmi Pakaian resmi yang dipakai ketika menghadiri undangan dari Kerajaan,Lembaga Adat Melayu LAM, pemerintah atau menghadiri jemputan resmidari suatu kegiatan. Jika menghadiri tanpa menggunakan pakaian resmidianggap tidak sopanDahulu resmi diatur oleh kerajaan, pada masa sekarang diatur oleh pemerintahatau lembaga adat. Upacara adatnya antara laina upacara penobatan Raja & Permaisuri,b upacara pemberian gelar,c upacara pelantikan Datuk-Datuk, Ketua Adat atau Menteri upacara menjunjung duli,e upacara menyambut tamu-tamu agung atau tamu-tamu yang dihormati,f upacara adat menerima anugerah dan persembahan dari rakyat atau darinegara lain yang bersahabat Pakaian ResmiPakaian Resmi Laki-laki Jenis pakaian dan bentuk baju yang dipakai dalamupacara adat bagi kaum lelaki adalah baju kurung cekakmusang, tidak dipakai baju kurung teluk belanga. Warnapakaian adat kaum lelaki berwarna hitam dari bahansaten atau bahan sutera dilengkapi dengan perlengkaansebagai berikuta Baju stelan dengan celana panjang sampai ketumit,b Kain samping terbuat dari tenunan sendiri, sepertiDaek, dll,c Tanjak sebagai penutup kepala,d Bengkung pengikat pinggang, e Sebilah keris MelayuSepukal, atau Tuasik atau Tilam Upih,f Kasut capal atau sepatu. Pakaian ResmiPakaian Resmi Perempuan Jenis pakaian dan bentuk baju yang dipakai dalam upacaraadat bagi kaum perempuan baik muda maupun tua sama yang dipakai adalah baju kurung teluk belanga, bajukebaya laboh, bagi anak gadis baju kebaya laboh cekakmusang. Kepala memakai tudung mente dan memakai tudungkain lingkup. Rambut disanggul dengan bentuk sanggul Melayu kemudianditutupi dengan kerudung. Perhiasan dipakai di dada yangdisebut dokoh dan gelang serta anting-anting. Setelan Warnakuning untuk Sultan dan Permaisuri atau Pimpinan Tertinggi didaerahnya. Baju warna hitam untuk isteri datuk-datuk dan orangbesar dan berkain samping atau Tudung Lingkup yangberwarna lain. Pakaian Pakaian UpacaraKeagamaan RitualBagi pembesar agama seperti Qodhi, Imam mesjid memakai jubah berwarna hitamdan kepala memakai terbus dan dibelit dengan kain tipis berwarna putihBilal biasanya memakai jubah berwarna hijau lumut disebelah luarnya sedangkan didalam tetap memakai baju kurung cekak musang dan juga memakai terbus dibalutkain putih mesjid memakai baju Melayu dagang luar dengan memakai hitam ataukopiah haji dan memakai kain samping orang-orang biasa dalam acara ada terbagi dua, yaitu 1. pada hari-haribesar agama memakai pakaian baju Melayu lengkap seperti baju Melayu cekakmusang atau baju Melayu teluk belanga. 2. Untuk pergi sholat Jumat biasanya bolehmemakai baju Melayu harian atau baju Melayu dagang luar dengan memakai kainsamping kain pelekat dan pakai kopiah, pada umumnya kalau sudah pernahmenunaikan ibadah haji bisa memakai kopiah haji. Pakaian Pakaian UpacaraPengantinPakaian pengantin Melayu tidak jauh berbeda dengan konsep dasar pakaian Melayu. Hanya saja, pakaianpengantin dilengkapi dengan berbagai aksesoris dan perhiasan yang sesuai dengan simbol-simbol adat Melayutempatan.• Pakaian pengantin Melayu laki-laki adalaha Baju kurung cekak musang dari bahantenunan satu stelan baju dan celana samawarnanya,b Dikepala memakai destar berbentuk mahkotadan ada kalanya pengantin memakai tanjak,c Memakai sebai di sebelah bahu kiri, d Memakai kain samping dengan bunga kain kedepan,e Pakai bengkung,f Pakai keris,g Pakai kalung panjang di lehernya pertandaikatan keluarga,h Membawa sirih lelat,i Pakai kasut capal atau sepatu kulit.• Pakaian pengantin perempuan dalam upacaramalam berinai memakai pakaian kebaya laboh ataubaju kurung teluk belanga, memakai hiasan danperhiasan serta memakai sanggul pengantin pada upacara berandam hampirsama dengan memakai pakaian Melayu harian;kebaya laboh atau kebaya pendek atau baju kurungteluk belanga. Rambut disanggul dengan sanggullipat pandan atau sanggul siput jonget dihiasidengan bunga-bunga hidup seperti cempaka,bunga melur dan bunga tanjung. Muka pengantindibersihkan dan dicukur bulu romanya, dan dihiasbulu keningnya. Pakaian Pakaian UpacaraPengantin Sumber Thank Youā¤ Devi Novita 2103111083 ResearchGate has not been able to resolve any citations for this has not been able to resolve any references for this publication.

pakaian yang berlaku di melayu riau berpedoman pada